WATER TREATMENT PLANT

Kamis, 16 November 2017

Website Team

Produksi

Dibaca: 880 kali

WATER TREATMENT PLANT ( WTP)

INSTALASI PENGOLAHAN AIR

Instalasi   didesain   untuk   menghasilkan   air bersih yang memenuhi standar air minum, proses Instalasi Pengolahahan Air ( IPA ) meliputi :

  1. Pengambilan  sumber  air  baku  pada  Sungai melalui   bangunan   penyadap   air (INTAKE).
  2. Kemudian   proses   pengendapan   awal (PRASEDIMENTASI) dari Sungai Sangatta dialirkan secara gravitasi dan dari Sungai dialirkan menggunakan pompa menuju bak pengumpul air baku atau biasa di sebut Collector Tank.
  3. Selanjutnya Air baku masuk ke bak pengumpul air baku (Collector Tank ), Untuk memisahkan kotoran  ini   dibubuhkan   bahan   kimia / koagulan pengikat kotoran, yaitu PAC / Poly Alumunium Chloride ( Proses Koagulasi ).
  4. Pengadukan koagulan terjadi secara hidrolis gravitasi dengan memanfaatkan water jump pada ambang   pelimpah   utama   sekaligus berfungsi sebagai proses pengaduk cepat (Rapid Mix) agar Koagulan tercampur merata.
  5. Setelah proses pengadukan selanjutnya masuk pada   tahap   ikatan   antara   koagulan/koloid bermuatan negatif dengan Koagulan ( PAC ) bermuatan positif disebut Floc.
  6. Floculator  adalah alat yang digunakan untuk Flokulasi. Pada hakekatnya flokulator   adalah kombinasi antara pencampuran dan pengadukan sehingga flok-flok halus yang terbetuk pada bak pencampur cepat akan saling bertumbukan dengan partikel-partikel kotoran atau flok-flok yang lain, sehingga terjadi  gumpalan-gumpalan flok  yang  besar dan stabil.
  7. Sedimentasi  adalah  suatu  proses  yang dirancang untuk menghilangkan sebagian besar padatan yang dapat mengendap dengan pengendapan secara gravitasi. Hasil yang tersisa   adalah   berupa  cairan   jernih   dan suspensi yang lebih pekat. Sedimentasi merupakan   satu   unit   proses   yang  paling umum  digunakan  dalam  proses  pengolahan air. Bentuk tangki dapat berupa lingkaran, persegi panjang, ataupun segiempat sama sisi. Kemiringan dasar tangki berkisar antara 2 sampai 6 persen. Untuk memperbaiki kinerja dari  bak  sedimentasi dapat digunakan Tube Settler ataupun Plate Settler.
  8. Pada  Proses Filtrasi menggunakan  media berbutir, biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica, dan kerikil silica dengan ketebalan berbeda. Filtrasi digunakan di pengolahan air untuk  menyaring  air yang  telah  dikoagulasi dan  mengendap. Penyaring  yang  digunakan adalah rapid sand filter (filter saringan cepat). Sand  filter  jenis  ini  berupa  bak  yang  berisi pasir yang berfungsi untuk menyaring flok halus dan kotoran lain yang lolos dari klarifier (clearator).
  9. Proses  Desinfektan,  Proses  ini  disebut  juga proses klorinasi yang merupakan pembubuhan zat disenfektan (kaporit) dengan tujuan membunuh bakteri yang mungkin ada,  baik di reservoir,   jaringan   pipa   distribusi   hingga sampai ke pelanggan.
  10. Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan air bersih yang telah disaring melalui filter, air ini sudah menjadi air yang bersih yang siap digunakan dan harus dimasak terlebih dahulu untuk kemudian dapat dijadikan air minum.
  11. Selanjutnya air bersih yang telah di tamping pada  reservoir siap  di  alirkan  ke  pelanggan melalui pipa di distribusi.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas